Khutbah
I
5 Tanda
akhir zaman yang patutu kita waaspadai
إِنَّ الْحَمْدَ ِلله، نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُه وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئآتِ إَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَه وَمَنْ
يَضْلِلْ فَلاهَادِيَ لَه. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاًّاللهُ وَحْدَهُ
لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اللهُمَّ
صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُواللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
يَآأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسِ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا
وَنِسَاءً وَاتَّقُواللهَ الَّذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُّوا اللهَ
وَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدً * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Tidak dipungkiri bahwa
saat ini kita tengah berada di masa akhir zaman sesuai dengan berbagai tanda
yang telah dijelaskan oleh junjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa
Sallam. Berbagai hal yang terjadi saat ini bahkan terlihat jelas dan nyata
sebagai bagian dari keburukan akhir zaman yang telah disebutkan sejak zaman
Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah Sallallahu
‘alaihi wa Sallam menyebutkan bahwasanya ada lima keburukan yang akan muncul di
akhir zaman. Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam
berikut ini: “Hari
kiamat tidak akan terjadi hingga orang yang dapat dipercayai didustakan,
sedangkan orang-orang yang berkhianat justru dipercaya, kemesuman dan kata-kata
kotor merupakan hal yang umum di tengah masyarakat, terputusnya tali
silaturahim, dan hubungan bertetangga yang buruk.” (HR. Ahmad).
Orang
yang dapat dipercaya didustakan
Fenomena yang terjadi
saat ini tampak sangat jelas, bagaimana orang yang dapat dipercaya justru
didustakan dengan cara-cara yang tidak masuk akal. Jika diamati secara
lebih jauh, kita bisa melihat bagaimana propaganda telah menyudutkan para ulama
sehingga muncul kesan seolah-olah ulama bersikap politis, provokatif, exktrim, anti binika dll, hingga dianggap
terlalu mencampuri urusan duniawi yang bukan bidangnya.
Orang
yang berkhianat justru dipercaya
Miris, tapi inilah
kenyataan yang banyak terjadi di akhir zaman. Bagaimana orang-orang yang
munafik dan suka menipu demi kepentingannya justru lebih dipercayai.
Bukan hanya kata-kata lisannya tetapi juga berbagai terori yang seolah
merupakan sebuah kebenaran.
Banyak calon pemipin
yang memberikan janji-janji manis demi tercapai tujuannya memangku jabatan,
namun faktanya justru mengingkari janji tersebut setelah berhasil mendapatkan
keinginannya.
Kemesuman
dan kata-kata kotor lumrah di masyarakat
Dari Anas bin Malik
Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam
bersabda: “Sesungguhnya
diantara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan,
banyaknya perzinahan, banyaknya orang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak
kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu laki-laki.” (HR.
Bukhari).
Salah satu keburukan di
akhir zaman adalah perzinahan yang merajalela demikian juga dengan lisan yang
kotor. Jika kita amati bagaimana fenomena saat ini, banyak sekali kasus
kehamilan di luar nikah, perkosaan, pacaran yang dianggap lumrah bagi remaja,
hingga maraknya perselingkuhan.
Tidak dipungkiri bahwa
saat ini, pengaruh gadget pada generasi muda bahkan anak-anak telah menimbulkan
pengaruh yang sangat buruk. Terutama karena minimnya filter yang mampu
membatasi content yang mereka lihat.
Lingkungan pergaulan
yang buruk juga turut berperan dalam membentuk karakter generasi muda saat ini,
dimana media sosial begitu berpengaruh dalam kehidupan mereka. Tidak
jarang bahkan berbagai hujatan dan kata-kata kotor begitu mudahnya diungkapkan
untuk mengomentari sebuah postingan.
Terputusnya
tali silaturahim
Disadari atau tidak,
saat ini sifat individualisme semakin meningkat sehingga interaksi antar
masyarakat mulai terkikis. Bukan hanya itu saja, hubungan kekerabatan
bahkan dengan orang tua pun terkadang tidak terjalin dengan baik karena adanya
kesibukan pekerjaan yang menyita waktu. Saling mengunjungi dan saling
mengajak kepada kebaikan menjadi sesuatu yang mungkin sudah jarang dilakukan
saat ini. Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman
وَ أَنْذِرْ عَشِرَ تَكَ الأَقْرَبِيْنَ
“Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerbatmu yang terdekat.” (QS. Asy Syu’araa: 214).
Terlebih dengan kemajuan
teknologi saat ini, dimana kebiasaan saling mengunjungi seolah bisa digantikan
begitu saja dengan hanya saling memberikan ‘Like’. Bahkan tidak jarang
dengan perangkat teknologi saat ini menjadikan hubungan yang jauh menjadi
dekat, namun yang dekat justru menjadi jauh. Sangat disayangkan, namun
fenomena inilah yang sepertinya tengah kita hadapi saat ini.
Perlu diketahui bahwa
ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab terpustusnya tali silaturahim,
yaitu tidak mengetahui keutamaan menyambung tali silaturahim, lemahnya
ketakwaan, kesombongan, adanya penghinaan, sifat kikir, sibuk denga dunia,
peceraian, jarak yang terlalu jauh, rasa iri dan dengki serta adanya fitnah.
Hubungan
bertetangga yang buruk
Ada fenomena dimana
banyak tetangga yang tidak saling mengenal, tidak mengetahui atau bahkan pura-pura
tidak tahu kalau tetangganya sedang sakit karena memang enggan menjenguk.
Tidak bertegur sapa, tidak bertakziah ketika ada tetangga yang
meninggal, bahkan saling iri, bermusuhan dan saling menjatuhkan.
Naudzubillah.
بَارَكَ اللهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ
اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِىْ وَاِيَاكُمْ بِاْلاٰ يَاتِ وَالذِّكْرِاْلحَكِيْمِ,
إنَّهُ تَعَالىٰ جَوَادٌكَرِيْمٌ مَلِكٌ بَـرٌّرَّءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Khutbah
II
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَاكُنَّا
لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَاَنْ هَدَانَااللهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
لاَنَبِيَّ بَعْـدَهُ. قَالَ اللهُ تَعَالىٰ فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ, إِنَّ
اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا
اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
رَبَّنَااغْفِرْلَنَا وَِلاِخْوَانِنَاالَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلاِيْمَانِ
وَلاَتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَاغِلاًّ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ
رَؤُفٌ رَحِيْمٌ. اَللّهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ فِىْ
دِيْنِنَا وَدُنْيَانَا وَاَهْلِنَا وَمَالِنَا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ
الْعَلِيْمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْـيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِـنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ, وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْـهٰى عَنِ
الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَـلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَـظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْـبَرُ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar